Teknik Kopi Pour Over: Seni Seduhan dan Sejarahnya

Pengantar

Teknik pour over adalah salah satu metode menyeduh kopi manual yang populer di kalangan pecinta kopi. Metode ini menonjolkan kejelasan rasa, aroma, dan kontrol yang presisi atas ekstraksi kopi. Dalam artikel ini, kita akan membahas sejarah teknik pour over, peralatan yang dibutuhkan, serta langkah-langkah penyajiannya.

Tempat penyaring kopi Melitta ukuran 102 dengan penyaring kopi kertas (oversized) ukuran 1×4 (alias #4). Elke Wetzig (Elya), CC BY-SA 3.0 , via Wikimedia Commons

Sejarah Teknik Pour Over

Teknik pour over pertama kali dikembangkan di Jerman pada awal abad ke-20. Pada tahun 1908, seorang ibu rumah tangga bernama Melitta Bentz mencari cara untuk menyeduh kopi tanpa ampas. Ia menciptakan alat penyaring kopi pertama menggunakan kertas dari buku catatan anaknya dan sebuah kaleng yang dilubangi. Penemuan ini menjadi cikal bakal Melitta Pour Over, yang kemudian dipatenkan dan diproduksi secara massal.

(Amalie Auguste) Melitta Bentz (31 Januari 1873 – 29 Juni 1950), lahir Amalie Auguste Melitta Liebscher, adalah seorang pengusaha Jerman yang menemukan filter kopi pada tahun 1908. Public domain, via Wikimedia Commons.

Pada tahun 1950-an, perusahaan Jepang Hario mengembangkan alat pour over berbahan kaca yang dikenal sebagai V60. Alat ini dirancang untuk meningkatkan aliran air. Hasilnya adalah ekstraksi yang lebih merata. Sejak itu, teknik pour over menyebar ke seluruh dunia, terutama di kafe-kafe spesialti yang mengutamakan kualitas seduhan.


Peralatan yang Dibutuhkan

Untuk membuat kopi dengan teknik pour over, Anda memerlukan:

  1. Alat Pour Over (V60, Kalita Wave, Chemex, atau Melitta)
  2. Kertas filter (sesuai dengan alat yang digunakan)
  3. Grinder (penggiling biji kopi)
  4. Air panas (suhu ideal 90-96°C)
  5. Timbangan digital (untuk akurasi rasio kopi dan air)
  6. Kettle gooseneck (untuk kontrol aliran air yang presisi)
  7. Gelas atau carafe (penampung kopi)

Langkah-Langkah Membuat Kopi Pour Over

1. Siapkan Biji Kopi Segar

  • Gunakan biji kopi spesialti dengan tingkat sangrai light to medium.
  • Giling kopi dengan ukuran medium-fine (seperti garam kasar).

2. Pasang Filter dan Basahi

  • Letakkan kertas filter di alat pour over.
  • Siram dengan air panas untuk menghilangkan rasa kertas dan memanaskan alat.

3. Tambahkan Kopi

  • Masukkan 15-20 gram kopi (rasio 1:15 hingga 1:17 dengan air).

4. Proses Blooming

  • Tuang air secukupnya (2-3x berat kopi) dan biarkan 30 detik untuk melepaskan gas CO₂.

5. Tuang Air Secara Perlahan

  • Gunakan kettle gooseneck untuk menuang air secara melingkar.
  • Pertahankan waktu seduhan total 2,5-3,5 menit.

6. Nikmati Kopi Anda

  • Setelah semua air mengalir, angkat alat pour over dan cicipi kopi yang jernih dan beraroma kompleks.

Keunggulan Teknik Pour Over

Rasa lebih jernih dan terperinci dibanding metode lain.
Kontrol penuh atas suhu, waktu, dan aliran air.
Cocok untuk mengeksplorasi karakter kopi single-origin.


Kesimpulan

Teknik pour over bukan sekadar metode menyeduh kopi, melainkan sebuah seni yang memadukan presisi dan kesabaran. Dari penemuan Melitta Bentz hingga inovasi Hario V60, metode ini terus berkembang. Metode ini menjadi favorit para pecinta kopi di seluruh dunia.

Siap mencoba membuat kopi pour over sendiri? 🚀☕


Discover more from Reelkopi Home

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.