Tradisi Upacara Minum Kopi Ethiopia

Upacara minum kopi di Ethiopia adalah tradisi budaya yang berakar kuat. Tradisi ini mencerminkan sejarah negara tersebut yang kaya. Ia juga mencerminkan adat istiadat sosial negara tersebut. Upacara ini lebih dari sekadar cara menyiapkan kopi; upacara ini merupakan ritual yang menumbuhkan rasa kebersamaan, keramahtamahan, dan hubungan. Berikut ini adalah ikhtisar tentang persiapan, tradisi, adat istiadat, dan sejarahnya:

Panci berisi biji kopi hijau sangrai untuk diseduh, juga anglo dengan arang dan dupa yang menyala. Gambar upacara minum kopi di Ethiopia dan Eritrea, Addis Ababa, Ethiopia. ProtoplasmaKid, CC BY-SA 4.0 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0, via Wikimedia Commons

 Persiapan

1. Menyiapkan Suasana:

– Upacara ini biasanya dilakukan oleh seorang wanita, yang sering kali mengenakan gaun putih tradisional dengan sulaman warna-warni.

– Tempat disiapkan dengan rumput atau bunga segar yang ditebarkan di lantai, yang melambangkan kelimpahan dan alam.

– Dupa (biasanya kemenyan atau mur) dibakar untuk menciptakan aroma yang menyenangkan dan mengusir roh jahat.

2. Peralatan:

  • Jebena: Teko kopi tanah liat tradisional dengan alas bulat dan tutup sedotan.
  • Cini: Cangkir kecil tanpa pegangan yang diletakkan di atas nampan.
  • Bunna: Biji kopi hijau yang baru dipanen.
  • Mukecha dan Zenezena: Sebuah lumpang dan alu untuk menggiling biji kopi.
  • Kursi: Sebuah bangku atau meja kecil untuk meletakkan peralatan.
  • Sigad: Sebuah tungku arang kecil untuk memanggang biji kopi.

3. Memanggang Biji Kopi:

Memanggang biji kopi hijau/mentah …Steve Evans, CC BY 2.0 https://creativecommons.org/licenses/by/2.0, via Wikimedia Commons

– Biji kopi hijau dicuci dan dipanggang di atas tungku arang dalam panci datar. Tuan rumah menggoyang panci dengan lembut untuk memastikan pemanggangan merata.

– Aroma biji kopi panggang dibagikan kepada para tamu. Para tamu sering kali mengepulkan asap ke arah mereka sendiri sebagai tanda terima kasih.

4. Menggiling Biji Kopi:

Menghancurkan biji kopi panggang sebelum diseduh … Steve Evans, CC BY 2.0 https://creativecommons.org/licenses/by/2.0, via Wikimedia Commons

– Biji kopi panggang digiling menggunakan lumpang dan alu, menghasilkan bubuk kasar.

5. Menyeduh Kopi:

Ethiopian Coffee Ceremony. Steve Evans, CC BY 2.0 https://creativecommons.org/licenses/by/2.0, via Wikimedia Commons

– Kopi bubuk ditambahkan ke jebena, yang diisi dengan air dan diletakkan di atas tungku arang hingga mendidih.

– Kopi diseduh perlahan, sehingga cita rasanya berkembang sepenuhnya.

 Tradisi dan Adat

1. Tiga Putaran Kopi:

– Upacara ini melibatkan penyajian tiga putaran kopi, yang masing-masing memiliki makna tersendiri:

– Abol: Putaran pertama adalah yang terkuat dan terpenting.

– Tona: Putaran kedua sedikit lebih lemah.

– Baraka: Putaran ketiga adalah yang paling ringan dan dianggap sebagai berkah.

– Merupakan kebiasaan untuk minum setidaknya satu cangkir, karena menolak dapat dianggap tidak sopan.

2. Simbolisme:

– Upacara ini melambangkan keramahtamahan, rasa hormat, dan komunitas. Ini adalah waktu untuk berbincang, bercerita, dan memperkuat ikatan sosial.

– Tindakan menyiapkan dan menyajikan kopi dianggap sebagai suatu kehormatan dan isyarat niat baik.

3. Camilan:

– Camilan tradisional seperti popcorn, roti, atau jelai panggang (kolo) sering disajikan bersama kopi.

4. Makna Spiritual dan Budaya:

– Upacara ini sangat erat kaitannya dengan tradisi Kristen Ortodoks Ethiopia dan Islam, dengan doa yang terkadang dipanjatkan selama ritual.

– Ini juga merupakan cara untuk menghormati leluhur dan merayakan momen penting dalam hidup, seperti kelahiran, pernikahan, dan hari raya.

 Sejarah

1. Asal-usul Kopi:

– Ethiopia secara luas dianggap sebagai tempat kelahiran kopi. Legenda mengatakan bahwa seorang penggembala kambing bernama Kaldi menemukan kopi. Ia melihat kambing-kambingnya menjadi energik setelah memakan buah dari tanaman tertentu.

– Praktik menyeduh kopi kemungkinan dimulai pada abad ke-9. Upacara ini berkembang sebagai cara untuk merayakan dan berbagi sumber daya yang berharga ini.

2. Integrasi Budaya:

– Selama berabad-abad, upacara kopi menjadi bagian integral dari budaya Ethiopia. Upacara ini mencerminkan gaya hidup agraris dan nilai-nilai komunal negara tersebut.

– Upacara ini dipraktikkan di daerah pedesaan dan perkotaan, meskipun tingkat formalitasnya dapat bervariasi.

3. Pengaruh Global:

– Upacara minum kopi Ethiopia telah memperoleh pengakuan internasional sebagai simbol kekayaan warisan kopi dan identitas budaya negara tersebut.

 Adaptasi Modern

– Meskipun upacara tradisional masih lazim, adaptasi modern telah muncul di daerah perkotaan, di mana keterbatasan waktu dapat mempersingkat prosesnya.

– Namun, elemen inti dari memanggang, menyeduh, dan berbagi kopi dengan orang lain tetap tidak berubah.

Upacara minum kopi Ethiopia adalah tradisi yang indah dan bermakna yang menyoroti pentingnya kopi dalam budaya Ethiopia. Ini adalah bukti sejarah, keramahtamahan, dan rasa kebersamaan negara tersebut. Jika Anda pernah berkesempatan untuk berpartisipasi dalam salah satunya, itu adalah pengalaman yang tidak akan terlupakan!


Discover more from Reelkopi Home

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.